cari jurnal, istilah dan artikel

Jumat, 23 Januari 2015

metode perpetual

sistem pencatatan ini desebut juga dengan metode buku karena setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan. setiap jenis barang dibuatkan kartu persediaan dan dalam pembukuan dibuatkan rekening pembantu persediaan, dalam buku pembantu bisa diawasi dengan rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar, rekening yang digunakan untuk mencatat buku besar ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian, penjualan dan saldo persediaan. setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui denganmelihat kolom saldo dalam rekening persediaan masing-masing kolom dirinci lagi untuk kuantitas dan harga perolehannya. 

 Penggunaan metode buku akan memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek, karena tidak perlu lagi mengadakan perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir.
Ciri-ciri terpenting dalam sistem perpetual pada perjurnalan adalah :
a. Pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaan
b. Harga pokok penjualan dihitung untuk tiap transaksi penjualan dan dicatat dengan mendebet rekening HPP pada persediaan.
c. Persediaan merupakan rekening kontrol dan dilengkapi dengan buku pembantu persediaan yang berisi catatan untuk setiap jenis persediaan. Buku pembantu persediaan menunjukkan keuantitas dan harga perolehan untuk setiap jenis barang yang ada dalam persediaan.

Sistem Perpetual :
Saat terjadi pembelian :
Persediaan
50.000.000
Utang Dagang
50.000.000
Saat terjadi penjualan
Piutang Dagang
30.000.000
Penjualan
30.000.000
HPP
25.000.000
Persediaan
25.000.000
Penyesuaian pada akhir periode
tidak diperlukan jurnal penyesuaian, rekening
persediaan menunjukkan saldo yang ada pada akhir
periode yaitu Rp 35.000.000
(10.000.000 *+50.000.000-25.000.000)
* misal persediaan awal Rp 10.000.000


Tidak ada komentar:

Posting Komentar