Penggunaan metode buku akan memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek, karena tidak perlu lagi mengadakan perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir.
Ciri-ciri terpenting dalam sistem perpetual pada perjurnalan adalah :
a. Pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaan
b. Harga pokok penjualan dihitung untuk tiap transaksi penjualan dan dicatat
dengan mendebet rekening HPP pada persediaan.
c. Persediaan merupakan rekening kontrol dan dilengkapi dengan buku pembantu
persediaan yang berisi catatan untuk setiap jenis persediaan. Buku pembantu
persediaan menunjukkan keuantitas dan harga perolehan untuk setiap jenis barang
yang ada dalam persediaan.
|
Sistem Perpetual :
|
||||
|
Saat terjadi pembelian :
|
||||
|
Persediaan
|
50.000.000
|
|||
|
Utang Dagang
|
50.000.000
|
|||
|
Saat terjadi penjualan
|
||||
|
Piutang Dagang
|
30.000.000
|
|||
|
Penjualan
|
30.000.000
|
|||
|
HPP
|
25.000.000
|
|||
|
Persediaan
|
25.000.000
|
|||
|
Penyesuaian pada akhir periode
|
||||
|
tidak diperlukan jurnal penyesuaian, rekening
|
||||
|
persediaan menunjukkan saldo yang ada pada akhir
|
||||
|
periode yaitu Rp 35.000.000
|
||||
|
(10.000.000 *+50.000.000-25.000.000)
|
||||
|
* misal persediaan awal Rp 10.000.000
|
||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar