cari jurnal, istilah dan artikel

Jumat, 23 Januari 2015

arus kas metode tidak langsung

metode tidak langsung adalah suatu metode penyusunan laporan arus kas dimana dibuat rekonsiliasi antara laba yang dilaporkan dengan aliran kas. metode tidak langsung dimulai dengan laba bersih usaha dan mengubahnya menjadi arus kas bersih dari aktivitas operasi. sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan dihitung dengan mencari selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar pada masing masing kelompok tersebut. arus kas bersih dari masing-masing kategori dijumlahkan untuk menghasilkan arus kas bersih total. yang kemudian di tambah dengan saldo awal kas periode sehingga menghasilkan saldo kas akhir periode tersebut.



arus kas metode langsung

metode langsung adalah suatu metode penyusunan laporan arus kas dimana dirinci semua aliran masuk dan aliran keluar dari aktivitas operasi. metode langsung menghitung saldo kas operasi dari selisih antara kas masuk dan kas keluar untuk beban usaha perusahaan. sedaangkan arus kas dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan dihitung dengan mencari selisih dari arus kas masuk dan arus kas keluar dari masing masing kelompok tersebut. arus kas bersih dari masing- masing kategori dijumlahkan untuk menghasilkan arus kas bersih total. yang kemudian ditambahkan dengan saldo pada awal periode sehingga menghasilkan saldo kas pada akhir periode.


jurnal transaksi Asuransi dibayar dimuka

contoh transaksi : Dibayar Asuransi untuk 1 tahun Rp 1.200.000,00

jurnalnya adalah :

Asuransi Dibayar Dimuka           1.200.000
            Kas                                                1.200.000

jurnal transaksi sewa dibayar dimuka

contoh transaksi :

Dibayar per kas sewa ruko kepada PT. Panther sebesar Rp 24.000.000,00 untuk satu tahun

jurnalnya adalah :

Sewa Dibayar Dimuka         24.000.000
            Kas                                          24.000.000

transaksi penyetoran modal awal

contoh transaksi :

Untuk modal awal, Ms. Reica menyetorkan uang tunai sebesar Rp 250.000.000,00, Peralatan Kantor Rp 20.000.000,00 , Peralatan Toko Rp. 10.000.000,00 dan Truk Rp 70.000.000,00

jurnalnya adalah :

Kas                          250.000.000
Peralatan Kantor       20.000.000
Peralatan Toko         10.000.000
Truk                         70.000.000

            Modal Ms. Reica             350.000.000

Metode Periodik

Pada metode ini, apabila terjadi pembelian maka jurnalnya adalah mendebet rekening pembelian dan mengkredit kas atau utang dagang. Jika terjadi penjualan maka jurnalnya adalah mendebet rekening kas/ piutang dagang dan mengkredit rekening penjualan. Untuk mengetahui persediaan akhir dilakukan inventarisasi atau stock opname pada akhir periode.

Dari kedua metode di atas, metode persediaan periodik lebih sederhana dan lebih mudah penyelenggaraannya bila dibandingkan dengan metode perpetual. Namun ditinjau dari segi ketepatan dan kecepatan informasi yang dihasilkan, metode persediaan perpetual jauh lebih unggul. Setiap saat persediaan akhir dapat diketahui.

Sistem Periodik :

Saat terjadi pembelian

Pembelian         50.000.000
      Utang Dagang          50.000.000

Saat terjadi penjualan

Piutang Dagang    30.000.000
       Penjualan               30.000.000

Penyesuaian pada akhir periode

HPP                 10.000.000
       Persediaan             10.000.000

HPP                 50.000.000
       Pembelian              50.000.000

Persediaan         35.000.000
       HPP                     35.000.000 

metode perpetual

sistem pencatatan ini desebut juga dengan metode buku karena setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan. setiap jenis barang dibuatkan kartu persediaan dan dalam pembukuan dibuatkan rekening pembantu persediaan, dalam buku pembantu bisa diawasi dengan rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar, rekening yang digunakan untuk mencatat buku besar ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian, penjualan dan saldo persediaan. setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui denganmelihat kolom saldo dalam rekening persediaan masing-masing kolom dirinci lagi untuk kuantitas dan harga perolehannya. 

 Penggunaan metode buku akan memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek, karena tidak perlu lagi mengadakan perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir.
Ciri-ciri terpenting dalam sistem perpetual pada perjurnalan adalah :
a. Pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaan
b. Harga pokok penjualan dihitung untuk tiap transaksi penjualan dan dicatat dengan mendebet rekening HPP pada persediaan.
c. Persediaan merupakan rekening kontrol dan dilengkapi dengan buku pembantu persediaan yang berisi catatan untuk setiap jenis persediaan. Buku pembantu persediaan menunjukkan keuantitas dan harga perolehan untuk setiap jenis barang yang ada dalam persediaan.

Sistem Perpetual :
Saat terjadi pembelian :
Persediaan
50.000.000
Utang Dagang
50.000.000
Saat terjadi penjualan
Piutang Dagang
30.000.000
Penjualan
30.000.000
HPP
25.000.000
Persediaan
25.000.000
Penyesuaian pada akhir periode
tidak diperlukan jurnal penyesuaian, rekening
persediaan menunjukkan saldo yang ada pada akhir
periode yaitu Rp 35.000.000
(10.000.000 *+50.000.000-25.000.000)
* misal persediaan awal Rp 10.000.000